Ramai Soal Rohingya, Ketahui Dulu Hal Ini Sebelum Liburan ke Myanmar
02.41 |

Yangon - Indonesia tengah ramai membicarakan peristiwa kemanusiaan Rohingya di Myanmar. Bagi kau yang mau liburan ke sana, ketahui dulu beberapa hal ini.
Terlepas dari ramainya pemberitaan wacana Rohingya, Myanmar yang didominasi oleh umat Buddha sangat menghargai agamanya. Traveler pun harus paham akan hal tersebut sebelum berkunjung ke Myanmar.
Dikumpulkan detikTravel dari banyak sekali sumber, Senin (4/8/2017), Pemerintah Myanmar bahkan memberlakukan aturan ketat dan sanksi tegas terkait hal itu menyerupai diberitakan News Australia.
Pekan lalu misalnya, seorang turis perempuan asal Rusia dihukum penjara selama enam bulan sebab mengenakan sendal saat jalan-jalan di sejumlah pagoda Buddha di Bagan.
"Turis perempuan itu telah diberi peringatan dan dipulangkan ke hotelnya, tapi ia tetap kembali sambil mengenakan sendal di pagoda. Masyarakat lokal tidak mampu mendapatkan dan menuntutnya atas pasal 295," ujar Letnan Myo Nyunt dari Pasukan Polisi Wisata Myanmar pada isu lokal Eleven.
Pasal 295 dari Hukum Pidana Myanmar menyebutkan, bahwa penghinaan agama atau iktikad dikategorikan sebagai perbuatan kriminal. Sanksinya pun berupa penahanan atau denda sebesar 500.000 Kyat atau sekitar Rp 4,8 juta.
Namun kejadian itu juga bukan yang pertama kali menimpa wisatawan. Pada bulan Oktober 2016 lalu, seorang turis Belanda berjulukan Klaas Haijtema terpaksa ditahan selama tiga bulan di penjara sebab mencopot pengeras bunyi yang tengah menyiarkan doa menyerupai diberitakan New York Times.
Awalnya, Klaas hanya menyangka jikalau bunyi itu merupakan keusilan anak-anak. Klaas pun lantas mencabut pengeras bunyi itu sebab mengganggu tidurnya.
Pada bulan Juli 2016 lalu, seorang turis pun terpaksa dideportasi dari Myanmar sebab memiliki tato bergambar Buddha di kakinya menyerupai diberitakan AFP.
Bukan tanpa alasan. Umat Buddha memang menganggap bahwa tingkat kesucian tubuh dilihat dari kepala yang paling tinggi sampai kaki yang paling rendah. Makara tato Buddha di episode kaki tentu dianggap sangat menghina.
Tentunya segala hal terkait agama memang dianggap begitu sakral di Myanmar. Hal itu tentu mengingatkan traveler akan kondisi di dalam negeri yang begitu tegas perihal agama dan kepercayaan.
Seperti diketahui, Myanmar memiliki banyak objek wisata sejarah yang akrab kaitannya dengan agama Buddha. Sebut saja beberapa di antaranya menyerupai Bagan, Shwedagon Pagoda dan Mandalay.
0 komentar:
Posting Komentar