Plus dan Minus Ikut Open Trip
02.20 |

Jakarta - Mengikuti Open Trip tidak terlepas dari kelebihan dan kekurangan. Sebelum ikut Open Trip, ada baiknya traveler tahu wacana plus minusnya.
Agar lebih paham wacana plus dan minus dari Open Trip, detikTravel pun bertanya eksklusif pada pada travel blogger Farchan Noor Rachman atau yang populer lewat blognya, efenerr.
Sebelumnya, pria yang bersahabat disapa Farchan ini pernah membuat goresan pena di blog pribadinya wacana Open Trip. Oleh karena itu, detikTravel pun mewawancarai Farchan via sambungan telepon pada Selasa kemarin (22/8/2017) perihal kelebihan dan kekurangan Open Trip.
"Kalau Open Trip kita enaknya gak usah mikir, tinggal berangkat. Cuma gak enaknya kita gak fleksibel karena harus ikut Event Organizer (EO atau Trip Organizer - red)," ujar Farchan.
Seperti diketahui, ajuan Open Trip memang selalu dibuat sedetil mungkin oleh pihak Trip Organizer. Mulai dari itinerary, moda transportasi, biaya sampai kuota jumlah peserta, semua sudah ditentukan dari awal.
Sesuai kata Farchan, kau pun sudah tidak usah repot-repot mikir. Tinggal bayar dan bawa tubuh saja untuk liburan. Hanya saja karena semuanya sudah jelas, jangan harap traveler mampu seenaknya merubah itinerary atau menunda waktu.
"Yang kedua mampu jadi biayanya lebih mahal. Bisa jadi, karena itu relatif ya. Tergantung biaya jalan-jalan. Dan juga bila EO-nya kabur repot juga, gak tanggung jawab," pungkas Farchan.
Untuk soal biaya, Open Trip mampu jadi lebih mahal daripada Share Cost. Dijelaskan oleh Farchan, besar jumlah pengeluaran untuk Open Trip begitu relatif. Faktor eksternal menyerupai biaya bensin untuk kendaraan sampai jumlah kuota penerima juga turut menentukan mahal murahnya biaya Open Trip.
Apes-apes menyerupai dikatakan Farchan, mampu jadi pihak penyelenggara trip malah kabur setelah mendapat transferan uang. Tentunya ini ialah spekulasi terburuk dari Open Trip yang mampu saja terjadi.
"Terkadang Open Trip mampu menyediakan transportasi yang tidak mampu kita dapatkan," tambah Farchan.
Untuk soal transportasi, umumnya pihak Trip Organizer sudah punya banyak kenalan penyedia jasa transportasi lokal. Oleh karena itu, penerima Open Trip pun sangat dimudahkan perihal moda transportasi di tempat tujuan.
Contohnya menyerupai saluran perahu di tempat Misool Raja Ampat yang jarang dan boleh terbilang mahal sewanya. Lewat Open Trip, para penerima mampu patungan menyewa perahu. Lebih murah dan lebih gampang ketimbang jalan sendiri.
Kekurangan lain dari Open Trip tentu ialah para pesertanya yang mampu jadi belum mengenal satu sama lain. Kejadian tunggu menunggu antar penerima Open Trip pun juga sangat mungkin terjadi, mengingat kebutuhan tiap penerima yang berbeda-beda.
Itulah beberapa kelebihan dan kekurangan dari Open Trip menyerupai diberitahukan oleh Farchan. Kaprikornus sekarang traveler sudah tahu kan plus minusnya? Semoga infonya memiliki kegunaan bagi kau yang ingin ikut Open Trip.
0 komentar:
Posting Komentar