Liburan Sambil Temukan Passion di Singapura
06.32 |

Jakarta - Singapore Tourism Board meluncurkan brand yang baru. Traveler pun diajak berlibur di Singapura sambil menemukan passion masing-masing.
Pada 24 Agustus 2017 lalu, Singapore Tourism Board (STB) meluncurkan 'Passion Made Possible'. Ini merupakan brand gres untuk memasarkan Singapura secara internasional, untuk tujuan wisata dan bisnis.
Brand gres tersebut sejalan dengan aspirasi Singapura untuk menciptakan pariwisata yang berkualitas. Pendekatannya bukan hanya memperlihatkan hal-hal yang mampu dilakukan di Singapura, tapi juga mengajak wisatawan Indonesia untuk berpikir apa yang diwujudkan di sana.
"Singapura terus menggali kekerabatan lebih dalam dan lebih personal untuk wisatawan yang datang ke Singapura," ujar Edward Koh, Executive Director South East Asia, Singapore Tourism Board dalam Peluncuran Brand Destinasi Singapura di Annex Building, Jakarta, Rabu (6/9/2017).
Dalam kesempatan yang sana Raymond Lim, Area Director Indonesia, Singapore Tourism Board mengatakan bahwa kali ini STB mengajak traveler mengeksplor Singapura lebih jauh dan lebih dalam. Tak hanya kulit luarnya saja.
"Masih banyak yang mampu Anda temukan di Singapura," katanya.
Misalnya saja buat yang memiliki passion atau impian besar di bidang kuliner, silakan merasakan lebih banyak makanan Singapura dan menjadi seorang pecinta masakan atau foodie. Atau buat traveler yang doyan belanja, mampu juga sekaligus menjadi seorang kolektor.
"Di Singapura jangan hanya belanja, tapi mampu temukan style yang unik. Jangan hanya merasakan makanan tapi jadilah foodie yang mampu menikmati makanan Singapura dan tahu lebih banyak soal makanannya," terang Raymond.
Selain itu masih banyak passion yang mampu diwujudkan di Singapura, menyerupai penjelajah (explorer), pemburu agresi (action seeker), socializer, dan penggiat seni (culture shaper).
Jadi buat traveler yang sudah lebih dari satu kali ke Singapura, pengalaman dan tempat yang didatangi tak selalu sama. Namun mampu merasakan hal baru.
Momentum peluncuran brand gres ini bertepatan dengan 50 tahun kekerabatan bilateral Indonesia-Singapura. Hubungan antar kedua negara akan terasa lebih personal dengan banyaknya warga Indonesia yang mengejar aspirasi ke Singapura dan mengembangkan kisahnya.
STB juga telah mengundang 2 seniman mural dari Indonesia untuk berkolaborasi dengan seniman street art profesional dari Singapura Ceno2. Kedua seniman mural Indonesia itu ialah Bunga Fatia, Founder Ladies on Wall serta Karina Deagusta.
Bersama Ceno2 mereka membuat karya seni mural gres di Kampong Glam, dengan memasukkan unsur Indonesia. Mural ini pun mampu menjadi latar foto instagramable buat turis yang wisata ke sana.
Peluncuran 'Passion Made Possible' ini pun sebagai langkah menggaet turis Indonesia buat traveling ke Singapura. Baik yang sudah pernah ke Singapura untuk datang lagi, maupun yang belum pernah.
"Kami mengadakan kampanye untuk mengajak lagi wisatawan Indonesia ke Singapura," tutur Raymond.
Indonesia ketika ini menjadi salah satu pasar utama bagi pariwisata Singapura dengan jumlah kunjungan 2.894.000 tahun 2016. Jumlah ini meningkat 6% dari 2015.
Ke depannya, setelah peluncuran brand gres ini STB akan terus melaksanakan aktivitas promosi dan menggelar rencana pemasaran Jakarta, Surabaya, Medan dan Bandung.
"Fokus utama kita di 4 kota tersebut. Namun kami juga tetap mempromosikan di kawasan lain," ucap Raymond.
Sejumlah aktivitas yang akan diadakan antara lain promosi di Pakuwon Mall Surabaya, Pameran Kesenian 'The Contemporary Art of Singapore and Indonesia' di WTC Complex, Singapore Pop up Bar di Pullman Jakarta, serta Singapore Cruise Fair di La Moda, Plaza Indonesia.
Pada Oktober 2017, kantor gres STB di Surabaya pun akan dibuka. Surabaya sendiri menyumbang jumlah pengunjung ke Singapura kedua terbanyak setelah Jakarta.
Kantor ini memungkinkan STB untuk meningkatkan aktivitas promosi dan lebih efektif menumbuhkan potensi pariwisata di bab timur Jawa, Bali dan Sulawesi.
0 komentar:
Posting Komentar