Open Trip yang Kian Digemari Anak Muda
11.15 |

Jakarta - Berbagai tren traveling semakin berkembang. Termasuk open trip yang kian digemari anak muda.
Beberapa tahun belakangan pecinta traveling makin bersahabat dengan istilah open trip. Di mana traveler yang mungkin hanya sendiri atau kelompok kecil ingin ikut suatu trip dengan rombongan lebih ramai ke destinasi tertentu, tinggal membayarkan sejumlah uang kepada penyelenggara.
Biasanya open trip ini akan berjalan kalau kuota yang telah ditentukan penyelenggara, dalam hal ini bukan travel agent besar, telah terpenuhi. Yang pasti traveler mampu liburan lebih kalem alasannya yaitu banyak sekali kebutuhan telah diurus oleh sang penyelenggara.
Dalam perbincangan telepon dengan detikTravel, Selasa (22/8/2017), pengamat dan praktisi yang sudah berkecimpung selama lebih dari 30 tahun di dunia pariwisata, Tedjo Iskandar mengatakan bahwa dengan adanya kemajuan teknologi, di mana semua sudah online, traveling model open trip ini cukup digemari para anak muda yang doyan jalan-jalan.
"Tren mampu terjadi tapi buat belum dewasa gres dan suka traveling adventure bukan buat keluarga. Kita akan risih untuk tidur sekamar dengan orang yang tidak kita kenal bukan soal security, kenyamanan," ujar Tedjo.
"Tapi mungkin dengan generasi gres ini mereka sudah tidak peduli yang penting hemat," imbuhnya.
Karena berangkat ramai-ramai meskipun dengan kenalan baru, biaya memang jadi lebih murah. Penyelenggaranya pun sudah banyak menyebar seruan open trip sampai ke forum-forum traveling.
"Traveling yang ibarat open trip ini mereka sudah jalan sendiri. Bisa pesen tiket pesawat cari yang paling murah, nginep di hotel yang BnB. Mereka mampu lempar ke suatu forum, siapa mau ikutan," katanya.
Open trip ini tak hanya di dalam negeri saja, tapi juga ada buat traveling ke luar negeri. Dengan biaya yang lebih hemat, uang yang ada bukan tidak mungkin mampu cukup buat liburan yang lebih panjang.
"Sama dengan kita ke Paris. Di Paris cari hotel yang ada dapur, nginep di apartemen 2 kamar mampu masak maka akan irit. Semakin irit mampu perpanjang 2 hari lagi kan. Semua sudah menuju ke ekonomi, berhemat sudah," papar Tedjo.
0 komentar:
Posting Komentar