Makin Ramah Muslim, Korsel Perbanyak Musala Restoran Halal
03.04 |

Jakarta - Traveler Muslim yang liburan ke Korea Selatan bakalan makin nyaman. Negeri Ginseng ini tengah meningkatkan jumlah musala serta restoran halal.
Dalam rilis Korea Tourism Organization (KTO) Jakarta kepada detikTravel, Rabu (23/8/2017), beberapa tahun terakhir semakin banyak tempat-tempat wisata yang menyediakan musala. Masjid pun jumlahnya terus meningkat.
Sampai ketika ini, terdapat 42 musala yang tersebar di bandara, hotel dan daerah wisata menyerupai Nami Island, Everland, Seoul Land, Lotte World, COEX, Petite France dan lain sebagainya.
Baru-baru ini, Lotte Department Store Avenuel di Jamsil juga menjadi sentra perbelanjaan pertama yang menyediakan musala. Selain itu, terdapat 15 masjid di Korea, yaitu di Seoul, Gwangju, Pocheon, Paju, Gimpo, Bupyeong, Ansan, Anyang, Daejon, Jeonju, Daegu, Changwon, Busan dan Jeju.
Selain musala, restoran ramah Muslim juga semakin berkembang. KTO telah membuatkan restoran ramah Muslim dari 135 restoran menjadi 252 restoran.
Restoran ramah Muslim tersebut diklasifikasikan menjadi empat yaitu bersertifikasi halal resmi (halal certified), sertifikasi halal sendiri (self-certified), ramah Muslim
(Muslim friendly), dan bebas babi (pork free).
Restoran bersertifikasi halal resmi ialah yang disertifikasi oleh lembaga sertifikasi eksternal resmi dan hanya menjual menu halal. Restoran bersertifikasi halal sendiri ialah restoran yang pemiliknya menyatakan kehalalan menu yang dijual oleh restorannya.
Untuk ramah Muslim ialah restoran yang sebagian menunya halal. Sedangan restoran bebas babi ialah restoran yang tidak menggunakan babi dalam materi makanannya.
Sebanyak 45 persen wisatawan Muslim yang traveling ke Korea Selatan ialah dari Indonesia dan Malaysia. Sehingga kedua negara tersebut menjadi pasar wisatawan Muslim terbesar bagi Korea.
Dan penyediaan kemudahan musala serta restoran ramah Muslim ialah adegan dari usaha Korea untuk menunjukkan pelayanan pariwisata terbaik, semoga mengurangi ketidaknyamanan wisatawan Muslim ketika berwisata di Negeri Ginseng itu.
0 komentar:
Posting Komentar