25 Persen Turis ke Indonesia Naik AirAsia
12.04 |

Jakarta - 25% Turis yang ke Indonesia rupanya diangkut oleh maskapai AirAsia. Itu menawarkan pentingnya maskapai ini dalam mendukung pemerintah.
Data 25% jumlah wisatawan mancanegara (wisman) atau turis disumbangkan oleh maskapai AirAsia ini diungkapkan oleh I Gde Pitana, Deputi Bidang Pengembangan Pasar Pariwisata Mancanegara Kemenpar dalam program 'Penyambutan Penerbangan Perdana Maskapai AirAsia Jakarta-Makau' di Terminal 2D Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.
Lebih lanjut, Pitana menjelaskan bahwa data ini berdasarkan perhitungan yang dilakukan sepanjang tahun 2016-2017 lalu. Maskapai AirAsia sendiri punya 25 rute internasional serta 9 rute domestik di Indonesia.
"Kalau kita hitung persentase, AirAsia menyumbang 25 persen dari seluruh jumlah wisman yang masuk ke Indonesia. Itu penyumbang wisman nomor satu di antara maskapai yang lain," ujar Pitana disambut tepuk tangan hadirin di lokasi acara, Senin (7/8/2017).
Sama menyerupai Menhub Budi Karya Sumadi, Pitana juga menyebut bhwa pasar Makau sangat potensial bagi Indonesia. Apalagi Makau dikenal juga sebagai hub dari kota-kota lain di sekitarnya.
"Kalau kita melihat Makau, jangan hanya Makau saja, tetapi juga Makau dan sekitarnya. Makau ini jadi daerah keluarnya orang-orang China dan kota-kota lain di bab selatan. Sebagian lewat Hong Kong, sebagian lewat Makau. Orang bule juga banyak di sana. Dari Makau mereka mampu kemana-mana, ke Singapura, Malaysia, termasuk ke Indonesia," imbuh Pitana.
Pitana juga menyoroti pasar China yang terus tumbuh selama periode bulan Juni 2016-hingga Juni 2017. Tercatat pertumbuhannya sebesar 53 persen. Sedangkan untuk periode Januari-Juni tahun ini, kenaikannya mencapai 45 persen bila dibandingkan periode yang sama tahun 2016 lalu.
Itu menawarkan potensi China masih sangat besar. Tinggal bagaimana kita memancing ikan di bak besar ini, sehingga makin banyak wisman China yang liburan ke Indonesia.
"Dari 122 Juta wisman China yang ke luar negeri, Indonesian gres kebagian 1 persennya saja atau sekitar 1,2 juta. Coba bayangkan bila 2 persen, 5 persen, sudah berapa itu," tutup Pitana.
0 komentar:
Posting Komentar