Suvenir Kotak Musik Khas Jepang, Begini Cara Membuatnya
08.58 |

Otaru - Kalau traveling ke Kota Otaru di Jepang, jangan lupa membawa pulang suvenir kotak musik yang khas. Traveler juga mampu mengintip proses pembuatannya lho.
Bunyi bel bersenandung Kokoro No Tomo mengalun pelan dari kotak bercat putih yang bergerak memutar searah jarum jam. Melodi lagu tersebut tak gila di indera pendengaran masyarakat Indonesia. Seorang pagawai pria sebuah toko di Kota Otaru, Hokkaido, Jepang, mengajak wisatawan masuk ke area belanja properti kotak musik.
Kota Otaru populer sebagai gudangnya music box di negeri Sakura. Semula nama benda itu Orugeru, kini disebut menjadi Orgel. Di wilayah ini berdiri Otaru Music Box Museum yang dibangun pada tahun 1912. Lokasinya di tempat Sakaimachi.
Sebelum melipir belanja aneka suvenir di museum tersebut, salah toko di awal goresan pena ini dapat menjadi rekomendasi wisatawan yang tengah menikmati liburan di Otaru. Toko berjarak sekitar 30 meter dari museum itu menyuguhkan praktik menghias kotak musik dengan aneka pernak pernik.
Traveler mampu merancang sendiri kotak musiknya (Baban/detikTravel) |
Wisatawan atau pengunjung mampu eksklusif meracik desain tampilan kotak musik sesuai pilihan properti yang tersedia di toko itu. Seru!
Pengelola menyiapkan boneka atau replika mungil yang karakternya beragam ketika rombongan media trip asal Indonesia yang digelar Jepang National Tourism Organiation (JNTO) di tokonya, Rabu (19/7/2017) pekan lalu.
Ada kura-kura, beruang, katak dan buah-buahan. Alat disiapkan ialah lem, tusuk gigi untuk menempelkan properti, butiran warna-warni dan sendok.
"Silakan cocokan penepatan benda-benda itu sebelum dilem. Kalau sudah sesuai keinginan, gres diberi lem," kata Sasayama Michiko, pemandu tur.
Merancang sendiri kotak musik (Baban/detikTravel) |
Butuh 10 menit menghias kotak musik yang terpasang bel bernada lagu Kokoro No Tomo. Kotak musik jenis menyerupai itulah yang dijual di museum.
Michiko menyebut, Otaru Music Box Museum yang memiliki tiga lantai ini menunjukkan aneka cendera mata kotak musik berbahan keramik dan kaca. Di dalam museum tersimpan barang kuno menyerupai jam.
"Di museum ini ada 1.500 jenis music box dengan 10 ribu lebih barang. Harganya bervariasi," ucap Michiko.
Aneka koleksi Museum Kotak Musik (Baban/detikTravel) |
Tiap harinya di museum tersebut ramai pembeli. Untuk masuk ke dalam museum, tidak dipungut tiket apapun alias gratis. Museum ini beroperasi pukul 09.00-18.00 waktu setempat.
Menghuni bangunan renta bergaya eropa, Otaru Music Box Museum menjadi salah satu destinasi wisata di Otaru. Tepat di depan museum tesebut berdiri tegak menara jam jumbo yang diburu wisatawan untuk latar belakang foto.
Traveler mampu merancang sendiri kotak musiknya (Baban/detikTravel)
Merancang sendiri kotak musik (Baban/detikTravel)
Aneka koleksi Museum Kotak Musik (Baban/detikTravel)
0 komentar:
Posting Komentar