Mendiang Paul Walker Doyan Surfing di Indonesia
06.04 |

Mentawai - Traveler yang mengikuti film 'The Fast and the Furious' tentu kenal nama mendiang Paul Walker. Semasa hidupnya, almarhum Paul Walker suka surfing di Indonesia.
Nama mendiang Paul Walker tentu identik dengan kendaraan beroda empat balap. Namun selain mengoprek mobil-mobil keren, ia juga hobi main selancar. Dari banyak spot selancar di dunia, pemeran tampan ini memilih Kepulauan Mentawai di Sumatera Barat.
Dikumpulkan detikTravel dari banyak sekali sumber, Kamis (20/7/2017), Paul Walker mengaku jikalau ia sering liburan ke Indonesia menyerupai diceritakannya pada Majalah Men's Health beberapa tahun yang lalu.
BACA JUGA: Paul Walker Ternyata Hobi Surfing di Indonesia
"Saya panen padi, mengeringkannya dan memasaknya. Saya juga menyelam, menangkap lobster dan gurita. Saya pikir itu akan menjadi diam-diam saya sendiri, sebuah pulau menyerupai surga di bumi," tuturnya kala itu memuji Mentawai.
Kepulauan Mentawai memang tersohor di kalangan turis mancanegara, terutama para peselancar. Diketahui ada 4 pulau utama di Mentawai, yakni Siberut, Sipora, Pagai Utara, dan Pagai Selatan. Pulau terbesar yaitu Siberut yang dipenuhi hutan hujan tropis yang belum terjamah.
Kepulauan Mentawai, termasuk Siberut, didiami Suku Mentawai. Mereka hidup berdampingan dengan alam, dan punya tradisi bebuyutan yang tersohor di seluruh dunia: tato tradisional.
Tato ini punya beragam bentuk, dengan beragam makna pula. Mereka masih menggunakan peralatan tradisional dalam kehidupan, termasuk untuk mengukir tato di badan mereka.
Keindahan alam Kepulauan Mentawai tak akan habis dikagumi terus-menerus. Pantai pasir putih dan laguna biru berderet di sepanjang pesisir pulau-pulau. Di Siberut, pantai landai berombak kencang di bab barat pulau yaitu surganya para peselancar.
Tapi keindahan itu hingga sekarang masih tergolong tersembunyi. Kepulauan Mentawai memang sangat terpencil, jaraknya sekitar 155 Km dari pesisir Sumatera Barat.
BACA JUGA: Ssst, Aktor Liam Hemsworth Liburan & Main Surfing di Sumatera Barat
Semasa hidupnya pula, Paul diyakini punya suatu rumah langsung yang sangat sederhana di Mentawai dan aktif dalam acara peduli lingkungan di sana. Bahkan, ia sempat nge-tweet soal petisi penolakan terhadap nelayan lokal yang mengambil ikan menggunakan dinamit.
"Help! The beautiful Mentawais Reefs of Indonesia are being destroyed in a brutal practice. Please sign to help stop it!" tulis Walker di akun Twitter miliknya kala itu.
Walau telah tiada akhir kecelakaan kendaraan beroda empat pada tahun 2013 silam, tapi kenangan perihal mendiang Paul Walker lewat film dan kepeduliannya pada Mentawai tidak akan pernah mati. Terima kasih Paul!
0 komentar:
Posting Komentar